KPK Tak Hadiri RDP , DPR Pertanyakan Rasa Hormat Antar Lembaga

Hubungan kelembagaan antara DPR dan KPK meruncing setelah pimpinan lembaga antirasuah tidak menghadiri undangan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III, Rabu 6 September 2017, kemarin.

Manuver politik wakil rakyat melalui panitia khusus hak angket DPR yang ingin membongkar borok oknum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat hubungan tak harmonis antar kedua lembaga tersebut.

Ketidakhadirannya KPK dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di komisi III inipun menuai pertanyaan sikap pimpinan KPK terhadap DPR , hal ini di ungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR Arsul Sani saat ditanyai melalui saluran telepon “Secara kelembagaan, bagi kami, rasa hormati pimpinan KPK terhadap DPR itu entah masih tersisa atau tidak,”ungkapnya, Kamis (7/9/).

Arsul menegaskan bahwa seharusnya KPK menghormati Lembaga DPR bukan perorangnya “Yang harus dihormati itu lembaganya, bukan orang perorang di DPR,” imbuh Arsul.

Untuk diketahui bahwa KPK menyatakan ketidakhadiran di RDP karena sejumlah komisioner tengah bertugas di luar kota. Arsul mengatakan, bila pimpinan KPK ada tugas di luar kota hendaknya berkomunikasi dengan Komisi III untuk mengundur jadwal RDP. Komunikasi, kata Arsul, penting dilakukan sebagai bentuk saling menghormati antar lembaga negara.

“Itulah makna saling menghormati,” kata politikus PPP ini.