Banyak Kader Potensial, PDI Perjuangan Tidak Kesulitan Cari Pesaing Ahok

Jakarta – Popularitas dan elektabilitas Ahok yang di ukur melalui survey oleh beberapa lembaga memang tinggi, namun bukan berarti Ahok tidak dapat dikalahkan PDI Perjuangan.

PDI Perjuagan sebagai partai yang banyak memiliki pengalaman dalam perhelatan Pilkada sangatlah paham untuk mengatasi kondisi saat ini, terlebih partai pimpinan Presiden kelima ini sudah pernah memenangi Pilgub DKI 2012 yang kondisinya mirip seperti saat ini. Pada masa itu petahana memiliki hasil survey yang sangat dominan, namun akhirnya PDI Perjuangan mampu memenangi kontestasi tersebut.

Selain memiliki pengalaman, PDI Perjuangan juga memiliki mesin politik yang baik. saat ini PDI Perjuangan sudah memiliki kepengurusan Partainya sampai pada tingkatan RT/RW. hal ini sangat menentukan bagi terjalankannya fungsi Sosialisasi Politik dan menjadi kunci untuk memenangkan Pilgub DKI 2017 nantinya.

Selain dua hal tersebut diatas, hal yang paling pokok adalah suksesnya partai ini melahirkan para kader yang dicintai masyarakat. karena itu tidak sulit bagi PDI Perjuangan untuk menentukan siapa kompetiror bagi petahana.

Ada beberapa kepala daerah dari PDI Perjuangan yang dinilai sukses memimpin daerahnya seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Pangkal Pinang Irwansyah, dan masih banyak lagi yang lain.

Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan mengatakan pihaknya selalu memantau kepala daerah yang berhasil memimpin daerahnya.

“Pemimpin yang dinilai berhasil oleh rakyat tentu saja punya peluang. Tapi masyarakat DKI yang tentukan, karena itu kami masih melakukan pemantauan terhadap gambaran pemimpin yang diinginkan masyarakat DKI,” kata Sekjen PDIP usai hadiri acara Peringatan Bulan Bung Karno di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (4/5/2016) malam..

Hasto juga memberi sinyal bahwa partainya mulai jelas berlawanan dengan Ahok. hal ini terlihat dari sindiran tajam Hasto ke Ahok.

“Ya rakyat yang menilai, kami hanya baca harapan itu. Kalau ada masukan ke kami misalnya kalau berbicara prinsip perikemanusiaan, cara melakukan penggusuran seharusnya mengedepankan prinsip kemanusiaan,” sindir Hasto.