Presiden Jokowi Meminta Otoritas di Myanmar Agar Menghentikan Kekerasan

Terkait adanya kekerasan terhadap etnis Rohingya di Rakhine Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta otoritas di Myanmar agar menghentikan kekerasan tersebut

Untuk itu Presiden Jokowi mengutus Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi ke Myanmar untuk mengambil langkah strategis terhadap masalah tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha menjelaskan bahwa Menlu Retno sudah berada di Yangon dan pagi ini dijadwalkan ke Naypyidaw, ibu kota Myanmar.

“Dubes RI Yangon, Ito Sumardi beserta dua pejabat tinggi Myanmar yaitu Deputy Direktur Jenderal Protokol, U Zaw Thomas O serta Dirjen Strategic Study Kemlu Myanmar, Daw Khay Thi menjemput ketibaan Menlu Retno,” kata Jubir Kemenlu, Armanatha dalam keterangan persnya, Senin (5/8).

Dia mengungkapkan di Naypyidaw, Retno akan melakukan Pertemuan dengan State Counsellor yang juga peraih Nobel Perdamaian, Daw Aung San Suu Kyi, dilanjutkan dengan pertemuan dengan beberapa menteri lain.

“Pertemuan akan dilakukan selama seharian. Sore hari Menlu RI akan kembali ke Yangon. Pagi hari, 5 September, Menlu RI akan menuju ke Dhaka Bangladesh untuk melakukan Pertemuan dengan Menlu Bangladesh guna membahas isu pengungsi,” ungkapnya.